Friday, May 8, 2015

Pak Anies Baswedan kemana aja yak! Buku SD Bermuatan Pornografi Marak Beredar!


Buku SD Bermuatan Pornografi Ditarik

07 MEI 2015



Rimanews - Pihak penerbit akhirnya menarik dan mengganti seluruh buku Wasis Basa dari seluruh SD/MI di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang sempat memicu polemik, karena materinya bermuatan unsur pornografi dalam salah satu artikel bacaannya.

"Pada dasarnya artikel tulisan itu tidak salah, karena pemuatan sudah sesuai bentuk tulisan asli dan layak untuk bahan pengajaran di sekolah. Tapi karena menimbulkan polemik, kami putuskan untuk menarik dan menggantinya dengan yang baru," kata perwakilan penerbit buku Wasis Basa, Supridiyanto, di Tulungagung, Kamis (7/5/15).

Ia mengklarifikasi tentang kabar yang beredar di masyarakat tentang buku terbitan perusahaannya tersebut. Menurut dia, semua materi yang ada telah melalui pemeriksaan dan telah lolos dari tim penyusun buku.

Selain itu, proses distribusi juga diketahui Disdik Tulungagung, terutama tim penelaahnya. "Prosedur penerbitan hingga distribusi sudah kami penuhi. Bahkan ketika ada temuan materi yang kurang tepat itu, kami juga dipanggil dinas untuk koordinasi terkait penarikan," katanya.

Ia mengungkapkan pertanyaan kali pertama muncul dari salah satu sekolah tentang "ngetokake banyu syahwat" (mengeluarkan air syahwat atau mani) pada Februari lalu.

Saat itu, kata dia, beberapa guru mempertanyakan bagaimana menjelaskan kepada siswa dengan bahasa yang tepat tentang kalimat itu, bukan pada materi buku.

"Laporan awal pada Februari, Maret perbaikan dan April buku cetakan baru sudah diterima sekolah," jelasnya.

Terkait isi buku, Supri mengklarifikasi pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim penyusun, yakni Tresno Sukendro dan Sukarman.

Dijelaskannya, tim penyusun siap memberikan klarifikasi yang sebenarnya materi tersebut juga tidak asal pilih.

Terkait kerugian, ia enggan memberikan jawaban rinci. Supri hanya mengisyaratkan ada sekitar 5.000 eksemplar buku yang mereka produksi dan edarkan ulang ke sekolah-sekolah di Tulungagung.

Jumlah itu didistribusikan untuk 500-an SD, baik negeri dan swasta. "Sebenarnya itu belum sempat diajarkan kepada siswa, dan sudah kami perbaiki," ujarnya.

Diberitakan, buku Wasis Basa ditarik Disdik Tulungagung karena terdapat materi kurang sesuai. Materi ini ada pada halaman 22 hingga 23 dan terdapat kalimat tidak tepat, yakni "ngetokake banyu syahwat" .

Kalimat itu terdapat dalam paragraf kedua baris ketiga. Kalimat lain, yakni "iwak sing mangan banyu syahwate" (ikan yang memakan air syahwat/maninya) terdapat dalam paragraf empat baris keempat dan lima.

Dalam buku Wasis Basa tertulis tim penyusun yakni Drs Tresno Sukendro dan Drs Sukarman MSi, sedangkan konsultan dan penyelia yakni Dra Sri Sulistiani MPd sebagai editor yakni Ida Syafrida SS.
http://budaya.rimanews.com/pendidika...ografi-Ditarik


Buku Pelajaran SD Sebelumnya yang Kedapatan Berisi Kata-kata Porno ..
Quote:
Buku pelajaran SD berisi cerita porno juga beredar di Kalimantan
Minggu, 14 Juli 2013 20:28

Merdeka.com - Buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa Kelas VI berisi konten porno juga ditemukan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sebelumnya buku serupa juga sudah membuah heboh para orang tua murid di Bogor, Jawa Barat.

Buku berjudul 'Senang Belajar Bahasa Indonesia' itu merupakan salah satu buku paket yang wajib dimiliki murid kelas VI di sebuah sekolah di Samarinda.

"Buku Bahasa Indonesia merupakan salah satu buku paket yang disarankan oleh pihak sekolah. Buku tersebut kami beli di sebuah toko buku di Jalan dr. Sutomo," tutur salah satu orang tua murid, Hasnah, Minggu (14/7). Demikian dikutip antara.

Awalnya, para orangtua murid tidak menduga jika buku pelajaran Bahasa Indonesia itu memuat cerita yang secara vulgar menggambarkan hubungan antara pria dan wanita dewasa.

"Kami tidak menyangka kalau buku itu ternyata berisi cerita adegan yang tidak pantas bagi anak-anak. Awalnya, kami sebenarnya tidak tahu namun setelah melihat di pemberitaan, saya kemudian mengecek dan ternyata buku yang ramai diberitakan tersebut, sama persis yang kami beli di toko buku itu," kata Hasnah.

Cerita porno pada buku pelajaran Bahasa Indonesia itu, kata dia, berada di halaman 55 dengan judul 'Anak Gembala dan Induk Serigala' dengan materi Latihan Akhir Pelajaran 3.

"Memang, jika dilihat dari judulnya tidak ada kesan cerita itu mengandung unsur porno. Namun, cerita tidak senonoh baru mulai tertulis pada halaman berikutnya. Untungnya, buku itu belum dibaca oleh anak saya sebab setelah mengetahui isinya langsung saya sembunyikan," ungkap Hasnah, sambil menunjukkan buku tersebut.

Salah satu orang tua murid lainnya, Hadi, mengaku terkejut dengan adanya sisipan cerita berbau porno pada buku pelajaran Bahasa Indonesia tersebut. Ada cerita soal wanita yang menjadi pelacur melayani pria dan tulisan soal kemolekan tubuh.

"Kami tidak habis pikir mengapa buku ini bisa lolos dan menjadi salah satu buku paket bagi murid SD. Semestinya, semua buku pelajaran sudah melalui pemeriksaan oleh pihak terkait," kata Hadi.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim Musyahrim mengaku belum menerima laporan resmi terkait adanya buku mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk murid Kelas VI berisi konten porno yang beredar di Samarinda.

"Saya belum menerima informasi secara resmi, namun jika memang ada, harus segera ditarik," kata Musyahrim.

Lolosnya buku pelajaran berbau porno itu tidak terlepas dari kelalaian pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah, guru dan komite sekolah.

"Sebelum direkomendasikan untuk dibeli, seharusnya buku paket itu diteliti lebih dulu oleh pihak kepala sekolah, guru dan komite sekolah, apakah sesuai dengan kurikulum. Tentunya, dalam kurikulum tidak diajarkan tentang cerita porno itu, Jadi, jika ada buku yang berisi konten porno, bisa jadi tidak meneliti isi buku tersebut," tegas Musyahrim.

Dinas Pendidikan Kaltim meminta kepada orangtua murid agar segera melaporkan jika menemukan adanya buku pelajaran yang tidak sesuai kurikulum tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan, buku itu beredar di daerah lain di Kaltim. Jadi, saya meminta agar orang tua segera melaporkan ke Dinas Pendidikan setempat jika menemukan buku itu," tutur Musyahrim.
http://www.merdeka.com/peristiwa/buk...alimantan.html


Ini Isi Buku Pelajaran SD Berunsur Porno di Bogor
Wednesday, 10 July 2013, 15:39 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Buku paket pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas VI mengandung unsur porno ditemukan di SDN Polisi IV dan Gunung Gede, Kota Bogor, Jawa Barat. Peristiwa tersebut diketahui setelah salah seorang tua murid SDN tersebut melaporkan hal tersebut.

Dikutip dari komitesdnpolisi4.blogspot.com, Rabu (10/7), dipaparkan kalimat-kalimat dalam buku yang disusun oleh Ade Khusnul dan M. Nur Arifin itu.

Di antaranya adalah kalimat "Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu". "Akhirnya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisannya sekaligus menimbulkan tumbuhnya janin di perutnya." Dari tempat paling hina dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakan badan."

"Sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah perempuan yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu." "Bergairahlah lelakiku. Aku ingin sekali menyempurnakan keinginanmu."

Tidak hanya itu, juga terdapat kalimat "Mereka tenggelam dalam pelukan dan ciuman." "Tangannya menggapai seakan meminta perempuan itu mendekat dan memeluk dirinya. Dan ketika perempuan itu terengkuh olehnya, pada telingan dia berbisik lirih. Gadis yang aku cintai."

"Dia pun gemetar dalam pelukan lelaki itu. Seperti lampu di kamar yang berpijar, dia merasa terbakar sendirian."

Beragam komentar bermunculan atas postingan tersebut. Rata-rata mereka meminta peredaran buku tersebut ditarik.
http://www.republika.co.id/berita/na...porno-di-bogor



Data Buku:
Judul : Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia, untuk SD MI kelas 6
Penyusun : Ade Khusnul dan M.Nur Arifin
Editor :Asep Setiawan
edisi :cetakan pertama Maret 2013
Penerbit : CV Graphia Buana
Alamat penerbit: Jalan Temanggung Wiradireja ,Tanah Baru, Bogor Utara
,Kota Bogor


halaman tengah 57 - 60:
".....Beban yang berat membawanya untuk masuk lebih dalam ke bilik kamar yang hanya ditutupi oleh kain.Bilik itu bagian belakang dari sebuah warung remang-remang di pinggiran kota .Tempat dimana sekarang dia membanting tulang demi hidupnya dan keluarganya di sebuah kampung.Di dalam bilik itu sudah menunggu seorang laki-laki yang segera menyambutnya dengan sebuah pertanyaan.
"Dari mana asalmu ?"
"Panyuren, " jawab perempuan ,yang baru saja duduk di dalam kamar itu, singkat.
Gerakan perempuan itu terlihat masih kikuk .Benar seperti kata pemilik warung ini, dia ini pendatang baru ! Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu.Hanya saja dia masih penasaran dengan nama kampung asal yang tadi disebut.

"Panyuren .Agaknya saya pernah ke sana .Kampung itu terletak dekat dengan hutan lebat bukan?".

"iya benar," perempuan itu menjawab singkat dan terdengar ragu. Jangan-jangan lelaki di hadapannya pernah mengenal dirinya. Hal itu semakin menambah kekikukannya di depan lelaki itu. Sementara lelaki yang dikuatirkan mengenalnya itu rupanya asyik meneguk sejenis minuman beralkohol. Pada botol minuman itu, ada gambar seekor banteng yang tengah menanduk. Dia ingat pada orangtuanya yang punya dua ekor sapi. Ayahnya pernah bilang kalau nanti anak yang dilahirkannya sudah agak besar, akan dikenalkan dengan ternak dan hutan seperti kakeknya. Ah, rahasia. Kenapa harus begitu kelam?

Bertahun-tahun, seorang mandor penebangan kayu melihatnya sedang mandi di sebuah telaga. Akhirnya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisannya sekaligus menimbulkan tumbuhnya janin di perutnya. Dia tadinya tidak bisa terima. Begitu lahir, bayi itu ditinggalkannya dengan kedua orangtuanya sementara dia lari ke kota. Kini dia sadar bahwa dia harus berbuat sesuatu untuk menghidupi anak yang pernah dikandungnya. Walau bagaimanapun dia adalah darah dagingnya. Dia ibu dari anak itu. Dari tempat paling hina di dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakan badan, dia selalu diingatkan pada hal itu. Apapun. Apapun harus ia lakukan demi kehidupannya dan anak itu.

"Kamu cantik sekali. Marilah dekat kesini."

Suara itu membuyarkan lamunannya. Pada awalnya dia tampak ragu untuk meladeni rayuan lelaki itu. Akan tetapi sebentar tadi, masa lalu yang kelam sudah menyeretnya pada sebuah kesadaran, dia ingin melupakan kepahitan hidupnya. Melupakan deritanya pada sosok lelaki yang menistakan dirinya, pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah perempuan yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu.

Kali ini, dia membulatkan tekad untuk berkuasa sepenuhnya pada daya tubuhnya. Hanya itu yang dia punya. Hanya itu, Maka…

" Bergairahlah lelakiku. Aku ingin sekali menyempurnakan keinginanmu."

Lelaki itu tersenyum lebar. Dia mengulurkan segelas minuman pada perempuan itu yang segera disambut dan dituntaskan dalam satu tegukan. Mereka tenggelam dalam pelukan dan ciuman.

"Tunggu dulu. Aku ingat lesung pipit ini. Bagaimana bisa kau datang kemari?"

Dengan terpaksa, perempuan itu melepaskan erat pelukan, berjalan ke arah saklar untuk menyalakan lampu kamar. Dia ingin menegaskan wajah lelaki itu. Apakah memang dia mengenalnya?

"Tidak. Tidak. Aku tidak mengenalmu. Dan tidak juga ingin mengenalmu setelah pertemuan ini." Begitu hatinya bergemuruh.

"Ya, Aku pun begitu. Tapi kau kukenali sebagai gadis yang berjalan menunduk ketika melewati kemah kami. Gadis yang cantiknya sering sekali Mandor Onih ceritakan. Gadis yang setiap malam kutangisi setelah kejadian itu." Lelaki itu tiba-tiba mengisak. Tangannya menggapai seakan meminta perempuan itu mendekat dan memeluk dirinya. Dan ketika perempuan itu terengkuh olehnya, pada telinganya dia berbisik lirih.

"Gadis yang aku cintai."

Ah, inikah cinta? Dia pun gemetar dalam pelukan lelaki itu. Seperti lampu di kamar yang berpijar, dia merasa terbakar sendirian.

"Kau punya anak?" Lelaki itu kembali bertanya. Mengangguk lemah, dia memejamkan mata. Dua butir air mata segara meluncur di atas pipinya yang keputihan oleh pupur.

"Anak Mandor Onih?"

Dia mengangguk lagi. Kali ini dia melepaskan pelukan lelaki itu. Lelaki itu kaget. Apakah dia menolak cintanya? Dipandangnya lekat mata sembab perempuan itu. Mata itu sudah berubah menyala. Ada sesuatu yang akan terjadi.

"Kita jadi tidak? Aku dan anakku perlu makan bukan rayuan!"

Senja itu, di sebuah lubang sarang, anak-anak serigala mengunyah rerumputan. Induknya belum juga pulang. Anak gembala yang lengan dan kakinya terluka karena gigitan serigala tertatih mengiring ternaknya ke kandang, dan perempuan yang adalah ibunya, di dalam kamar mengisak perlahan. Entah isak tangis senang hari ini dia mendapat uang dari langganan pertamanya, atau tangis kerinduan pada kampung halaman. Atau…

http://kartonmedia.blogspot.com/2013...eri-porno.html



Anies Baswedan Lindungi Anak dari Pornografi
Minggu, 14 Desember 2014 | 21:40 WIB


Anies Baswedan

INILAHCOM, Jakarta - Pendidikan untuk anak - anak saat ini banyak menggunakan akses internet. Hal itu sangat riskan mengarah pada tindakan anak - anak yang mengakses situs pornografi.

Lalu, bagaimana peran Anies Baswedan selaku Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menangani hal tersebut? Menurut Anies, untuk mengatasi maraknya situs - situs porno agar tidak bisa diakses anak - anak adalah tugas dari Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo). Anies menambahkan, bahwa Kominfo sudah membuat aktifitas yang besar untuk menghentikan akses ke situs - situs yang tidak layak dikonsumsi tersebut.

"Itu harus begini. Kominfo sudah membuat aktifitas massiv penghentian akses ke situs - situs pornografi. Yang bagian kita adalah untuk mendidik orangtua dan guru untuk tahu bagaimana caranya mengedukasi anak - anak. Jangan dicampur," papar Anies Baswedan saat ditemui di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (14/12).

Lebih lanjut Anies menambahkan bahwa orangtua juga harus bisa menerapkan hal tersebut kepada anaknya.

"Kalau Anda mau browsing, browsing yang baik - baik saja, jangan dicampur yang buruk. Sama seperti makan. Kalau mau makan, Anda mau enggak makan nasi dicampur sama yang kotor. Pasti enggak akan mau. Tunjukkan mereka dengan ilustrasi mencampurkan meskipun sedikit ke dalam pikiran kita itu seperti pornografi sama saja seperti makan nasi dicampur kotoran. Mau nggak? Jangan campurkan. Kita harus bisa mendidik anak - anak, dan peran orangtua, guru, untuk bisa melakukan," tambahnya.
http://gayahidup.inilah..com/read/de...ari-pornografi


Muatan Porno di Buku SD, Sanksi ke Penerbit Lemah
KAMIS, 11 JULI 2013 | 06:53 WIB


Seorang petugas menunjukkan Buku pelajaran sekolah dasar bermuatan materi porno yang beredar di Kota Bogor (10/7). Tempo/Sidik Permana

TEMPO.CO, Jakarta--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengakui jika pemerintah belum mampu memberikan sanksi tegas kepada penerbit buku pelajaran yang nakal. Menurut Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Ramon Mohandas inilah yang menyebabkan penerbit nakal tak jera memasukan materi yang tak sesuai dengan pelajaran.

"Kami akui, hukuman buat penerbit nakal masih lemah," kata Ramon ketika dihubungi Rabu, 10 Juli 2013. Pernyataan Ramon ini menanggapi keluhan beradarnya buku pelajaran bermuatan materi porno di mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk Kelas VI yang digunakan oleh sejumlah SDN di Kota Bogor.

Ramon menuturkan sudah melihat cerita yang dimaksud. Dia mengatakan buku tersebut bukan buku resmi yang diwajibkan melainkan buku pengayaan. Buku itu melewati proses penilaian layak atau tidak.

"Jadi penerbit langsung ke sekolah-sekolah terus mengiming-imingi sejumlah kompensasi," ucap Ramon. Mestinya, ucap dia, para guru memperhatikan konten isi dulu sebelum sepakat untuk menggunakan.

Ramon mengatakan, ke depan perlu ada sanksi yang tegas untuk penerbit nakal agar menimbulkan efek jera. Menurut dia, DPR RI saat ini sedang menggodok Rancangan Undang Undang Perbukuan yang salah satu isinya tentang sanksi terhadap penerbit nakal.

Untuk Kurikulum Pendidikan 2013, Ramon menuturkan semua buku berasal dari pusat. Sekolah boleh menyediakan buku pengaya asal isinya lebih baik dibanding buku induk. "Buku induk itu hanya standar minimum," ucap Ramon. Buku pengayaan itu harus melewati penilaian di dinas pendidikan setempat.

Sejumlah orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor mengeluhkan beradarnya buku pelajaran bermuatan materi porno dalam cerita berjudul "Anak Gembala dan Induk Srigala" di mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk Kelas VI yang digunakan oleh sejumlah SDN di Kota Bogor

Kutipan cerita tersebut yakni "Dari tempat hina di dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakn badan ... Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu ... Akhrinya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisanya, sekaligus menimbulkan tubuhnya janin diperutnya ...,"

Bertahun-tahun, seorang mandor penebangan kayu melihatnya sedang mandi di sebuah telaga. Akhirnya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisannya sekaligus menimbulkan tumbuhnya janin di perutnya. Dia tadinya tidak bisa terima.

Begitu lahir, bayi itu ditinggalkannya dengan kedua orangtuanya sementara dia lari ke kota. Kini dia sadar bahwa dia harus berbuat sesuatu untuk menghidupi anak yang pernah dikandungnya. Walau bagaimanapun dia adalah darah dagingnya. Dia ibu dari anak itu. Dari tempat paling hina di dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakan badan, dia selalu diingatkan pada hal itu. Apapun. Apapun harus ia lakukan demi kehidupannya dan anak itu.

Pada awalnya dia tampak ragu untuk meladeni rayuan lelaki itu. Akan tetapi sebentar tadi, masa lalu yang kelam sudah menyeretnya pada sebuah kesadaran, dia ingin melupakan kepahitan hidupnya. Melupakan deritanya pada sosok lelaki yang menistakan dirinya, pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah perempuan yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...Penerbit-Lemah

---------------------------------

Ada baiknya kalau bahan cetakan untuk dunia pendidikan dasar itu sebelum beredar, dimintakan dikoreksi tim akhli dari kementerian pendidikan, agama, dan kejaksaan dulu sebelum didedarkan ke publik dan anak didik

Blog Archive