Saturday, May 2, 2015

Pasca eksekusi "Bali nine", semakin banyak yg bocorkan gembong narkoba?


28 Apr 2015 | 17:48
Polisi Australia Terbukti 'Jual' Chan dan Sukumaran ke Indonesia

Komisaris polisi federal Australia, Andrew Colvin, mengatakan bahwa pihaknya "tak ikut menanggung darah" Chan dan Sukumaran.

Suara.com - Kepolisian federal Australia kembali disorot menjelang eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua pengedar narkotika asal Australia, di Nusakambangan, Jawa Tengah. Kedua terpidana mati itu akan dihadapkan ke regu tembak dalam waktu dekat.

Chan dan Sukumaran diketahui sebagai pemimpin kelompok pengedar narkotika Australia yang dijuluki "Bali Nine". Mereka ditangkap di bandara internasinoal Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada 2005 saat berusaha menyelundupkan 8 kilogram heroin ke Australia.

Ironisnya Chan, Sukumaran, dan tujuh anggota kelompoknya ditangkap oleh kepolisian Indonesia berkat informasi dari kepolisian federal Australia.

Adapun polisi federal Australia hingga saat ini terus kukuh mengatakan bahwa cara mereka menagani kasus itu, dengan menyerahkan kelompok Bali Nine ke polisi Indonesia, sudah benar. Komisaris polisi federal Australia, Andrew Colvin, mengatakan bahwa pihaknya "tak ikut menanggung darah" Chan dan Sukumaran

Tetapi publik Australia yang marah terus menekan polisi. Mereka mengkritik keputusan polisi federal yang tidak menangkap Chan dan Sukumaran di wilayah Australia dan justru menyerahkan mereka ke Indonesia yang sejak lama punya kebijakan hukuman mati bagi pengedar narkotika.

Sebuah dokumen yang dirilis ke publik berkat undang-undang keterbukaan informasi di Australia menunjukkan bahwa setelah peristiwan "Bali Nine", tepatnya mulai 2009, polisi Australia mengubah kebijakan yang mensyaratkan adanya persetujuan pejabat setingkat menteri federal sebelum berbagi informasi dengan penegak hukum di negara lain.

Dokumen itu diperkuat oleh kesaksian Bob Myers, seorang pengacara yang bersahabat dengan Lee Rush, ayah dari Scott Rush, salah satu anggota Bali Nine yang kini mendekam di penjara Indonesia. Scott Rush tadinya dijatuhi hukuman mati di Indonesia, tapi pada 2011 hukumannya diperingan menjadi penjara seumur hidup.

Myers mengaku ia adalah orang yang memberikan informasi kepada polisi Australia soal penyelundupan heroin itu. Dia mendapat informasi dari Lee Rush, yang bercerita bahwa puteranya mungkin terlibat dalam rencana penyelundupan narkotika.

Kepada polisi federal Myers meminta agar kasus itu ditangani dengan diam-diam. Sayang dia dikhinati oleh polisi federal, yang menurutnya "bertingkah seperti cowboy" dengan mengumbar informasi itu kepada polisi Indonesia dan belakangan cuci tangan dari kasus itu.

"Para pelayan publik kami, yang ditugaskan untuk melindungi kami, justru dengan sengaja mengorbankan mereka (kelompok Bali Nine) dengan alasan sampai sekarang tidak mereka ungkap," sesal Myers.

Tetapi menurut Damien Kingsbury, pengajar ilmu politik dan hubungan internasional di Deakin University, Melbourne, ada kemungkinan polisi federal sengaja 'menjual' kelompok Bali Nine ke Indonesia untuk mendapatkan kerja sama antiterorisme dengan polisi Indonesia.

"Polisi Australia sedang menyelamatkan diri sendiri. Jelas mereka sadar ada kesalahan, bahwa ada kekeliruan dalam proses ini. Tetap mereka tak bisa mengakuinya, karena itu berarti mereka mengakui kesalahan mereka sendiri," kata Kingsbury.

Menurut versi polisi federal, mereka menyerahkan Sukumaran, Chan, dan rekan-rekannya ke Indonesia karena khawatir kelompok itu akan lolos setibanya di Australia. (Reuters)
m.suara.com/news/2015/04/28/174807/polisi-australia-terbukti-jual-chan-dan-sukumaran-ke-indonesia?utm_source=facebook&utm_medium=cpm

______________

Pihak intelejen dan kepolisian negara asing spt Polisi federal Australia, diduga akan semakin bersemangat untuk membocorkan daftar nama-nama gembong narkoba di negaranya yg menyeludupkan narkoba lintas negara pasca eksekusi mati "bali nine".

Sikap tegas pemerintah Indonesia menghukum mati gembong narkoba, justru diam-diam sebenarnya "disyukuri" banyak negara yg juga bermasalah dgn para gembong narkoba di negerinya spt Australia itu contohnya. Sementara mereka sadar bahwa hukuman maksimal untuk gembong narkoba itu tak bisa maksimal diterapkan di negerinya sendiri, tidak spt di Indonesia. Jadi dengan "meminjam" tangan penegak hukum Indonesia untuk menghukum maksimal gembong narkoba di negaranya itu, ketika mereka memasuki wilayah hukum NKRI, sebenarnya bukan sebuah kebetulan. Tapi memang sengaja mereka bocorkan agar bisa dihukum di negeri ini sampai mati.

Makanya saya menduga di masa depan ini, akan semakin banyak pihak kepolisian asing, interpol dan badan anti narkotika negara asing, yang akan membocorkan nama-nama gembong narkotika di negaranya saat akan memasuki wilayah hukum di negara kita, agar mereka bisa ditangkap dan dihukum mati di negeri kita.



Link: http://adf.ly/1GAddQ

Blog Archive