Monday, May 4, 2015

Pedagang Angkringan yang Dibunuh Alumni UGM


Pedagang Angkringan yang Dibunuh Alumni UGM

VIVA.co.id - Sabtu petang, 2 Mei 2015, warga Karang Jambe, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gempar dengan ditemukannya seorang wanita yang tewas dengan kondisi mengenaskan. Sekujur mukanya terlihat lebam. Sementara, di sekitar kakinya terlihat ada bercak darah.
Korban yang diketahui bernama Eka Mayasari (27) ditemukan di sebuah kios angkringan, di bawah jembatan flyover Janti. Diduga kuat, korban yang diketahui bertempat tinggal di Gedongkuning, Kota Gedhe, Yogyakarta, ini sebelum tewas sempat diperkosa terlebih dahulu.

Ketua RT 1 RW 19 Karang Jambe, Sumarso, mengatakan, korban mengaku sebagai mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), dan jika tidak ada kuliah, korban membuka angkringan. "Kalau tidak kuliah, dia jualan," katanya.

Kepala Humas UGM, Wijayanti, mengaku pihaknya sudah melakukan pelacakan data, dan korban memang pernah kuliah D3 Bahasa Inggris di UGM. "Semua data, dari nama, tempat tanggal lahir, menunjukkan korban merupakan mahasiswa D3 UGM angkatan tahun 2005, dan lulus tahun 2008. Sehingga saat ini statusnya adalah alumni UGM," ujar Wijayanti.

Guna memastikan korban benar-benar mahasiswa UGM, pihak UGM juga telah datang ke TKP dan rumah korban. "Kita turut berduka cita atas meninggalnya salah satu alumni UGM."

http://nasional.news.viva.co.id/news...nuh-alumni-ugm

ternyata doi mualaf dan dibuang keluarganya gan

Kisah Eka Mayasari, Mualaf asal Riau lulusan D3 Bahasa Inggris UGM 2005, yang berdagang makanan kaki lima, almarhumah menjadi korban pembunuhan disertai penganiayaan dan pemerkosaan di tempat kos nya Jalan Janti 62 Karang Jambe Banguntapan Bantul pada Sabtu petang, 2 Mei 2015.

Saat diketahui masuk Islam beberapa tahun lalu dibuang dan diasingkan oleh orang tuanya dan akhirnya ditampung warga Pedak, semenjak itu dia hidup secara mandiri dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sejak menjadi mualaf dikenal sebagai srikandi Madjid An Nur yang mengabdikan hidupnya untuk selalu bertadarus sosial, mengabdikan hidupnya utk selalu bermanfaat utk sekitarnya Maya juga mengajar Taman Pendidikan Alquran di masjid An Nur, sering memasak,menyiapkan makanan utk anggota hamka darwis tiap ada acara. Bersyahadat bersama HAMKA DARWIS disholatkan dan dimakamkan juga oleh keluarga besar Hamka Darwis.

Pernah beberapa tahun lalu sebuah virus menyerang struktur tulang belakangnya yang mengakibatkan dia lumpuh total selama lebih dr satu tahun.

Alhamdulillah mukjizat dari Allah Subhanahu Wa Ta'akla walaupun dua ruas tulang belakangnya hilang dia kembali bisa berjalan (yg menurut dokter secara medis hal itu sesuatu hal yg sangat tidak mungkin).

Beliau memilih hidup bermartabat dalam kesederhanaan daripada melakukan yang bathil demi kemudahan hidup, berjualan angkringan dan menabung sedikit demi sedikit sampai akhirnya tahun lalu membeli tanah dekat dengan masjid yang di beli dari saudara seiman kita Ibnu Sabar cita - cita semasa hidup adalah membangun rumah diatas tanah yang dibelinya itu. Belum tercapai cita - citanya membangun rumah didekat masjid..



Link: http://adf.ly/1GGlGa

Blog Archive