Tuesday, May 19, 2015

Pegawai Pabrik DVD Bajakan Sebut Jokowi yang Perintahkan Polisi Lakukan Penggerebekan


News / Megapolitan

Pegawai Pabrik DVD Bajakan Sebut Jokowi yang Perintahkan Polisi Lakukan Penggerebekan
Senin, 18 Mei 2015 | 19:32 WIB
Andri Donnal Putera

Pegawai Pabrik DVD Bajakan Sebut Jokowi yang Perintahkan Polisi Lakukan Penggerebekan
Kondisi gudang penjualan DVD bajakan di Jalan Pinangsia Raya, Glodok, Jakarta Barat setelah digerebek polisi, Senin (18/5/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah seorang pegawai pabrik DVD bajakan di Jalan Pinangsia Raya, Glodok, Jakarta Barat, menyebut bahwa penggerebekan yang terjadi pada sore ini dilakukan atas perintah Presiden RI Joko Widodo. Pegawai yang tidak mau menyebutkan namanya itu menduga, setelah Jokowi menantang polisi menangkap mafia DVD bajakan, polisi tiba-tiba turun menggerebek tempat mereka.

"Kayaknya ini habis Jokowi ngomong, polisi langsung turun," tutur pegawai tersebut kepada Kompas.com, Senin (18/5/2015) malam.

Pegawai itu menyesalkan apa yang telah dilakukan oleh polisi secara mendadak. Menurut dia, polisi seharusnya memberi tahu sebelumnya jika ingin menggerebek atau menggeledah tempat mereka.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah akan mulai menindak tegas praktik pembajakan yang sudah merajalela di negeri ini. [Baca: Jokowi Tantang Polisi Tangkap Mafia DVD Bajakan, Bukan Cuma Pedagang Kecil]

Jokowi memerintahkan agar aparat penegak hukum tidak hanya mengejar pedagang kecil di jalanan, tetapi juga menghukum mafia besar yang mengeruk keuntungan dari bisnis itu.

"Jangan yang dikejar-kejar itu pedagang di jalanan, yang kecil-kecil, pemain besarnya saja kelihatan, kok. Siapa? Kelihatan. Saya tanya saja, pasti tahu itu. Gebuk saja yang gede langsung!" ujar Jokowi di hadapan para seniman yang tergabung dalam Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri) dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia, Senin ini.

Pertemuan antara Jokowi dan kelompok seniman tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, masih banyak warga dan pegawai yang berkerumun di lokasi penggerebekan. Tempat yang berupa gudang besar itu diisi oleh sejumlah kios kecil dengan papan nama yang berbeda-beda.

Plastik dan kertas sampul kaset bajakan pun bertebaran di lantai gudang. Sejumlah pegawai terlihat mencari-cari dan membawa keluar barang-barang yang masih ada di dalam.

Di luar gudang, para pegawai terlihat menjaga dus-dus dan barang lain yang mereka angkut dari dalam. Hampir semua pegawai tersebut tidak ingin menjawab saat ditanya. [Baca: Pabrik DVD Bajakan di Glodok Digerebek Polisi]

"Sudah, sudah, jangan kau tanya-tanya. Bentar lagi kami mau mati ini. Mau makan apa kami," ujar seorang pria yang merupakan pegawai di tempat tersebut.

Pihak kepolisian yang berada di lokasi pun tidak ada yang bersedia memberikan keterangan. Mereka menyebutkan bahwa pewarta bisa menanyakan langsung kepada pihak Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...ampaign=Kpopwp   (megapolitan.kompas.com)

Jelas ini salah Jongoswi kalo mau gerebek kasih tau dulu napa kayak masa masa indah era bos bos terdahulu

Link: http://adf.ly/1HP8BH

Blog Archive