Friday, May 8, 2015

Pengamat: Ridwan Kamil tak Layak Pimpin Bandung Lagi


Pengamat: Ridwan Kamil tak Layak Pimpin Bandung Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Muradi, memberikan komentar pedasnya terhadap kepemimpinan Wali Kota Bandung saat ini. Di tengah popularitasnya, Muradi yang juga warga Bandung Selatan, justru mengatakan kalau Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, tidak layak untuk memimpin kota Bandung dalam periode-periode selanjutnya.

Komentar tersebut keluar, lantaran, Muradi merasa pembangunan dalam aspek tata kota yang selama ini dilakukan oleh Ridwan Kamil, hanya menyentuh wilayah Bandung pusat dan Bandung Utara. Secara tidak langsung, pembangunan tersebut hanya dilakukan kepada wilayah yang merupakan daerah kunjungan bagi masyarakat luar kota, khususnya Jakarta, yang biasa berdatangan setiap akhir pekan.

"Ini barang tidak layak pakai untuk berikutnya," kata dia.

Muradi menuturkan untuk bisa mengetahui bagaimana kepemimpinan Walikota Bandung yang sedang berjalan, cukup meminta pendapat seniman-seniman yang ada di kota Bandung.

Menurut Muradi, para seniman di kota Bandung, salah satunya Tisna Sanjaya, menganggap kepemimpinan dan apa yang dilakukan oleh Ridwan Kamil yang selama ini cukup populer di media sosial, hanya bunga-bunga saja.

Muradi juga menyebutkan beberapa contoh kasus yang dahulu sempat digembor-gemborkan oleh Kang Emil, tidak berjalan hingga saat ini, seperti lelang jabatan dan kesemerawutan angkutan umum di Bandung.

Muradi menegaskan kalau sampai saat ini, pelaksanaan lelang jabatan masih tidak terbuka, sementara itu, kesemerawutan angkutan umum di Bandung, hanya menjadi fokus pekerjaannya selama satu bulan pertama.

Kalau setiap hujan besar melanda Bandung, lanjutnya, kemacetan dan banjir masih saja terjadi, yang secara tidak langsung, hal tersebut membuat lubang-lubang di sejumlah jalan kota Bandung. Untuk menangani permasalahan tersebut, Muradi mengaku tidak lagi melihat unit kreasi cepat yang sebelumnya dibentuk oleh Ridwan Kamil, untuk melakukan penambalan pada jalan-jalan di kota Bandung.

Muradi yang dijumpai saat rilis Cyrus Network di sebuah resto Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, juga menyentil kalangan mahasiswa yang belakangan tidak terlihat kontrolnya. Muradi menyebut hilangnya kontrol dari kalangan mahasiswa, sedikit banyak dikarenakan mahasiswa adalah kalangan yang paling menikmati pembangunan dalam aspek tata kota, yang selama ini dilakukan oleh Ridwan Kamil.
Sumur  (m.republika.co.id)

Kalau gak layak nyagub di jakarta ajah kang.. sudah banyak yg nunggu tuh

Link: http://adf.ly/1Gh9oO

Blog Archive