Thursday, May 7, 2015

[POLITIK] CARA PENCITRAAN SECARA MASIF UNTUK MEMENANGKAN PILKADA


pilkada serentak sudah di depan mata dan kepala daerah pertahana sudah mulai bergerilya maupun terang-terangnya melakukan kampanye.

Studi kasus saya kali ini sangat menarik untuk dicermati walaupun tidak patut ditiru he he

Ada Walikota di tempat tinggal saya yang juga maju sebagai calon gubernur pada tahun 2014 lalu tetapi kalah oleh pesaing dekatnya. selang enam bulan kemudian yakni januari lalu mulailah sang walikota bergerilya kembali dengan berbagai macam pencitraan agar bisa terpilih kembali sebagai walikota.

cara-cara sang walikota beriklan sangatlah sistematis dan masif baik menggunakan perpanjangan tangan dinas-dinas pemerintah kota termasuk kecamatan-kecamatan yang ada. setiap dinas diharuskan membuat spanduk/baliho raksasa untuk mengkampanyekan pengobatan gratis dikelas III yang sebenarnya bukan merupakan program kota melainkan program pusat

Lalu setiap kecamatan harus memasang baliho-baliho serupa disetiap sudut kota atau dimana pun ada billboard/baliho yang kosong.
bila ditotal mungkin ada lebih dari seratus baliho raksasa dipanjang kota yang semuanya memasang muka sang walikota. Belum
lagi baru-baru ini ada lagi kepolisian sektor/polsek yang memasang baliho dengan memasang muka sang walikota dan kapolsek didepan kantor pos.

itu belum seberapa, yang lebih hebat lagi, istri walikot yang sudah terbiasa mengorganisir pengajian, disetiap pengajian selalu ada satu mobil yang membawa spanduk-spanduk dengan ukuran 1,5m X 1 M untuk dibagikan di setiap pengajian-pengajian tersebut. spanduk tersebut juga berisikan muka sang walikota dan program kesehatan gratis. setiap anggota pengajian dianjurkan untuk memasang spanduk ini tersebut di depan rumah mereka. itu sebabnya saat ini dikota kami sangat banyak bertebaran spanduk-spanduk ukuran mini yang benar-benar sudah mencapai tingkat meresahkan.

belum lagi iklan dengan perpanjangan tangan dinas-dinas kota di surat kabar lokal. Biasanya isi iklan sama saja yakni pengobatan gratis dan sekolah gratis.

Selanjutnya para camat dan lurah-lurah yang ada sudah diintimidasi dari jauh-jauh hari untuk menyosialisasikan kehebatan sang walikota. Apabila membangkang akan dicopot dari jabatannya...gak pake lama

pernah ada kejadian saat kampanye gubernur tahun lalu, saingan sang walikota mengadakan pagelaran wayang semalam suntuk di
kota yang di pimpin waliota ini, bisa ditebak, lurah dan camat yang memberi izin pertunjukan langsung dicopot dengan tidak hormat.

Lalu tentu agan-agan sekalian bertanya bagaimana sang walikota bisa mendapatkan uang banyak untuk memasang bilboard sebanyak
itu? jawabnya mudah saja, sang walikota hanya perlu menelpon langsung pemilik advertising maka ia bisa mendapatkan space iklan
gratis, apakah ini etis? apakah ini termasuk pemerasan? penulis kurang tahu juga.

tapi yang penulis tahu, ada kasus yang masih hangat dan heboh menyangkut walikota ini yaitu pembuatan jembatan flyover. Proyek besar semacam ini sudah menjadi rahasia umum merupakan pintu masuk bagi walikota untuk mendapatkan uang bancakan kurang lebih 20 persen dari total biaya proyek. Disurat kabar lokal dikatakan nilai proyek flyover kali ini berkisar antara 50 Milyar bila disunat 20 persen artinya 10 milyar, lumayanlah buat biaya kampanye, belum lagi bakal banyak proyek-proyek lain untuk menghabiskan dana APBD dengan proyek besar lainnya.

satu hal yang hampir terlewatkan yakni proyek flyover ini pun masih dalam kasus karena para pemilik lahan belum mendapat ganti rugi tetapi proyek tetap dipaksakan jalan, demi apa? jelas bukan demi kepentingan umum karena flyover tidak penting koq, toh sudah ada lampu merah dan juga posisi tempat flyover bukanlah jalan utama yang padat.

Bisa dilihat khan betapa hebatnya pencitraan yang dilakukan oleh walikota satu ini? lalu apakah boleh ditiru oleh kepala daerah lain? patut dicoba

Akhir kata, siapa walikota hebat yang membuat kami bangga ini? tidak lain dan tidak bukan walikota terhormat dari B*nd*rlampung bapak Herm*n H*


Link: http://adf.ly/1GaGD6

Blog Archive