Friday, May 8, 2015

PT Liga gelar ISL, September


PT Liga gelar ISL, September

JAKARTA (Pos Kota) – PT Liga Indonesia memproyeksikan kompetisi Indonesia Super League (ISL) atau QNBL 2015/2016 akan digelar pada September 2015 – Mei 2016."Ini untuk menjawab pertanyaan, kapan kompetisi akan digulirkan?"

CEO PT Liga, Joko Driyono, mengatakan itu usai melakukan pertemuan dengan perwakilan 18 tim QNB League 2015 di Hotel Parklane, Jakarta, Rabu (6/5) malam. Mereka diundang oleh PT Liga, untuk mendapatkan penjelasan terkait terhentinya kompetisi musim 2015. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari hasil rapat Komite Eksekutif (Exco), PSSI yang memutuskan menghentikan seluruh kompetisi musim 2015 ini karena mengalami force majeure.
Seperti diketahui, Sabtu (2/5) lalu, Exco PSSI rapat menyikapi sanksi Kemenpora yang tidak mengakui kegiatan PSSI.

"Simulasi kita, idealnya kompetisi bergulir kembali pada 19 Juni, namun dalam konteks situasi force mejeure, tidak mungkin terlaksana," tuturnya.

Maka, Liga proyeksikan kompetisi 2015/2016 akan digelar pada September 2015 – Mei 2016. Dengan proyeksi tersebut, ada durasi kosong pada bulan Mei sampai Agustus 2015. Pada masa inilah, dimungkinkan adanya event yang dibuat, dengan beberapa opsi, seperti menggelar turnamen regional ataupun Piala Liga.

TOLAK TIM TRANSISI
Pernyataan PT Liga itu menunjukkan bentuk penolakan bergulirnya kompetisi ISL di bawah tim transisi. General Manajer Pusamania Borneo FC, Aidil Fitri yang sempat bertemu Menpora, dan menginginkan kompetisi digelar baik, oleh PSSI maupun tim transisi, kini sejalan dengan pimpinan klub ISL lainnya.

"Sikap Menpora Imam Nahrawi yang ingin menjalankan kompetisi di bawah tim transisi kami rasa itu tidak benar," tandas Aidil.

Bila bermain di bawah tim transisi, katanya, sangat tidak jelas muaranya. Apalagi klub tidak ingin kena sanksi PSSI, yang dinilainya jelas bila juara atau runner up ISL akan mengikuti Piala AFC.

Aidil juga menyebutkan, seluruh tim QNB League akan menuntut ganti rugi kepada Menpora. "Kami semua sepakat mempersiapkan pengacara untuk menuntut ganti rugi kepada Menpora. Langkah ini kami ambil karena merasa Menpora dan lembaganya yang salah. Apalagi setelah Menpora membekukan PSSI dan menyurati Kapolri agar tidak memberi izin kompetisi," beber pria berkepala plontos ini. (awang/si)

sumur  (poskotanews.com)

gara2 la nyolot

Link: http://adf.ly/1GeKBO

Blog Archive