Friday, May 1, 2015

Rahasia Bisnis Bakmi Naga Eksis Sejak 1979



JAKARTA - Bisa dibilang bisnis kuliner merupakan ranah bisnis paling subur. Hampir setiap tahunnya muncul usaha baru dengan kreativitas yang baru juga.

Banyaknya pemain yang terjun di ranah bisnis ini tentunya juga membuat peta persaingan semakin ketat. Di sisi lain tidak sedikit pelaku bisnis kuliner yang berguguran akibat tak kuat menghadapi persaingan.

Namun, Bakmi Naga mampu bertahan hingga 36 tahun lamanya. Ya memang bakmi yang awalnya didirikan oleh Ny Liong sudah berdiri sejak tahun 1979.

Tak ayal brand ini mampu bertahan. Pasalnya, Bakmi Naga berhasil menjaga kualitas cita rasanya hingga saat ini. "Dari nenek moyang rasanya tidak pernah berubah. The brand can not be change," ujar Franchise & Marketing Director Bakmi Naga Susanty Widjaya kepada Okezone di Balai Kartini, Jakarta belum lama ini.

Susanty menjelaskan, keunggulan dari Bakmi Naga adalah mi yang diproduksi sendiri dengan mementingkan faktor kesehatan. Selain memakai bahan baku yang alami, produknya juga tidak menggunakan bahan pengawet serta sudah bersertifikat halal.

"Keunggulan bakminya tidak mengandung air abu. Jadi kalau biasa makan bakmi, kalau sakit maag enggak boleh makan bakmi karena ada air abu, karena bikin kembung. Kalau kami tidak mengandung itu," imbuhnya.

Dengan kualitas yang selalu terjaga hingga puluhan tahun, membuat Bakmi Naga mampu hadir selama puluhan tahun. Terhitung hingga saat ini outlet Bakmi Naga sudah hadir setiap kota mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Ternate.

Sejak membuka pintu waralaba pada 2010, total mitranya saat ini sudah berjumlah 59 outlet. "Jumlah itu di luar yang dimiliki keluarga, kalau dijumlah bisa lebih dari seratus," tambah Susanty.

Menurut catatannya, rata-rata mitra Bakmi Naga bisa meraup omzet per harinya Rp5 juta rupiah, dengan margin profit 25 persen.

Kini Bakmi Naga kembali membuka peluang dengan membuka dua jenis kerja sama. Tipe Resto dengan investasi Rp200 juta dan tipe express dengan investasi Rp150 juta.
(rzk)
http://economy.okezone.com/read/2015...sis-sejak-1979

enak gan

Link: http://adf.ly/1G8tBi

Blog Archive