Saturday, May 2, 2015

Rusun Rp 186 Juta di Kawasan Elit Cengkareng


Rusun Rp 186 Juta di Kawasan Elit Cengkareng Untuk yang Bergaji Hingga Rp 7 Juta/Bulan

a - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara serentak memulai program pembangunan satu juta rumah, di 8 titik di seluruh Indonesia. Lebih dari 331 ribu unit tempat tinggal disebar di Indonesia, ada rumah tapak (landed house), ada juga rumah vertikal atau rumah susun.

Pengembang berlomba-lomba membangun rumah-rumah yang mayoritas disediakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Termasuk BUMN, Perum Perumnas, yang bakal berkomitmen membangun 33.000 unit rumah di tahun ini.

Pada acara peluncuran program satu juta rumah, tahap pertama Perumnas membangun sebanyak 5.400 unit rumah susun milik (rusunami) di Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat. Kawasan ini termasuk elit, namun tidak dengan harga rusun yang ditawarkan Perumnas. Meski dibangun di kawasan premium, Perumnas membanderol harga yang cukup murah, yaitu Rp 186-372 juta/unit.

Mau tahu lebih lanjut soal rusun murah di kawasan elit Jakarta ini, klik tautan di bawah untuk menelusuri. Seperti dirangkum, Kamis (30/4/2015).

1. Dibangun 18 Tower dengan 5.400 Unit

Perumnas membangun proyek rumah susun milik (rusunami) ini di lahan seluas 4,9 hektar. Akan ada 5.400 unit rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rusun tersebut bakal dibangun di 18 tower dengan tinggi masing-masing 24 lantai.

2. Kawasan Elit

Rusun yang dibangun Perumnas ini dibangun di kawasan elit Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat. Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto mengaku, awalnya Perumnas ingin membangun apartemen mewah di tanah tersebut. Namun, karena pemerintah ingin membangun program satu juta rumah untuk MBR, Perumnas mengurungkan niatnya.

"Ini adalah bagian dari kawasan Perumnas yang sudah prime area, komitmen Perumnas mendukung program sejuta rumah, jadi kami mengubah misi kami," kata Himawan.

3. Harga Rp 186-372 Juta/unit

Dibangun di kawasan mewah bukan berarti rusunami yang dijual Perumnas ini mengikuti harga pasaran properti di kawasannya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat, harga yang ditawarkan pun tergolong murah, karena disubsidi pemerintah. Himawan menyebut harganya berkisar Rp 186 sampai Rp 372 juta.

4. Subsidi Uang Muka dan Bunga

Selain mendapatkan harga yang tergolong murah, pemerintah memberikan bantuan bagi MBR untuk membeli rusun ini.

Pembeli bakal diberi kemudahan seperti uang muka 1% dan bunga tetap 5% selama masa kredit.

5. Syarat Pembelian

Karena ditujukan untuk MBR, tidak sembarangan orang bisa mendapatkan rusun ini. Rusun ini boleh dibeli oleh masyarakat yang punya penghasilan tak lebih dari Rp 7 juta/bulan, yang tentunya belum memiliki rumah.

Untuk mencegah para spekulan atau pembeli yang memanfaatkan rusun ini sebagai ladang investasi, Perumnas, Perbankan dan Pemda DKI Jakarta bakal melakukan pengawasan keta‎t agar rusun ini jatuh kepada orang yang berhak. Salah satu caranya adalah, pembeli diwajibkan membuat KTP setempat setelah akta jual beli atau serah terima.

Selain itu, rusun ini tidak boleh diperjualbelikan atau dipindahtangankan dalam 20 tahun. Jika tidak ditempati selama 1 tahun, maka izin kepemilikan rusun bakal dicabut.

http://finance.detik.com/read/2015/0...a-bulan#bigpic

Yang belum punya rumah, bisa dipertimbangkan nih

Link: http://adf.ly/1GAcKT

Blog Archive