Saturday, May 16, 2015

(SAMA2 GUBERNUR)INI BEDA PERLAKUAN HUKUM ANTARA AHOK DAN AHER.


Jakarta (SI Online) - Posisi dan jabatannya sama, yakni sama-sama sebagai gubernur, tetapi perlakuan polisi terhadap Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sangat berkebalikan.
Aher pada Jumat (15/05) dipanggil ke Bareskrim Mabes Polri untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pembangunan stadion Gede Bage Bandung, Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, sejak pagi hingga malam, nyaris 16 jam Aher diperiksa di ruangan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri.
Ditanya mengapa pemeriksaan atas dirinya demikian lama, Aher mengaku tidak mempersoalkannya. Menurut Aher, dirinya ditanya bermacam hal oleh penyidik, mulai dari identitas, silsilah keluarga hingga perkara pokok, yakni proses penggelontoran dana dari Pemprov Jabar ke Pemkot Bandung untuk pembangunan stadion tersebut.
"Pertanyaan pokoknya mungkin sekitar 10 pertanyaan. Nah lamanya itu misalnya ditanya fungsi gubernur apa, kan kita enggak apal. Kita buka Perda, PP, Permendagri, lalu kita tulis. Yang kayak begitu boro-boro saya mau hafal," ujar Aher tenang kepada wartawan yang menanyainya usai pemeriksaan, pada Jumat malam.
"Kemudian nama anak, istri, semuanya. Lalu sekolah di mana, latar belakang pendidikan segala macam kan jadi panjang. Makanya agak sedikit lama pemeriksaannya," ujar Aher yang mengenakan batik cokelat itu.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memastikan telah menjawab pertanyaan penyidik dengan jelas dan lengkap. Aher pun berharap kepolisian dapat mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pembangunan stadion Gede Bage tersebut.
Lain Aher, lain pula Ahok. Padahal posisinya sama-sama sebagai saksi. Pada Senin (04/05) lalu, dikabarkan bila Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso akan menjadwalkan pemeriksaan Ahok di Balaikota dalam kasus korupsi pengadaan perangkat uninterruptible power supply (UPS) tahun anggaran 2014.
Pernyataan itu keluar usai Kabareskrim menemui dan berkoordinasi dengan Ahok pada Senin (04/5/2015) di Balaikota Jakarta.
Budi Waseso melanjutkan, nantinya Ahok akan dimintai keterangan soal hal-hal yang diketahuinya atas pengadaan UPS. Menurutnya, Ahok turut diperiksa karena Ahok yang melaporkan kasus itu.
"Kenapa diperiksa karena kan Pak Ahok termasuk yang melaporkan, beberapa informasi yang dia punya akan kami minta untuk meng clearkan keterangan saksi-saksi," tegasnya.
Budi Waseso juga mengatakan nantinya pemeriksaan Ahok akan dilakukan di Balaikota agar tidak mengganggu jadwal Gubernur. Termasuk, Budi Waseso juga menegaskan, maksud kedatangannya menemui Ahok bukan untuk meminta izin memeriksa pegawai Ahok.
"Bukan minta izin, hanya koordinasi. Saya sampaikan ke Pak Ahok kalau pegawainya akan kami periksa," ujarnya.
Mendapat perlakuan istimewa, Ahok terkesan bak seorang raja. Ia meminta Budi untuk tidak lagi repot-repot menyambangi Balai Kota hanya untuk meminta keterangan darinya.
"Untuk melengkapi data (UPS), saya minta Pak Buwas juga enggak apa-apa enggak datang ke sini. Pak Buwas suruh anak buahnya datang ke saya, saya jelasin semuanya dengan jelas," kata Ahok.
red: abu faza/dbs

Link: http://adf.ly/1HG9K9

Blog Archive