Thursday, May 14, 2015

Seniman Cak Sidik: Numpak bus kota bane bocor pilih walikota ya cak Abror


SURABAYA – Para seniman tradisonil Surabaya punya harapan besar pada calon walikota Surabaya H. Dhimam Abror Djuraid, Msi. " Hati saya jadi plong karena baru kali ini ada walikota bicara tentang seni budaya. Apalagi memasukanya dalam program kerjanya.

Namun seni dan budaya itu jangan hanya sekedar jadi wacana saja melainkan betul betul diemplementasikan. Kalau ini terwujud seni budaya khususnya kesenian tradisonil akan bangkit lagi. "Saya bangga dan sangat terharu karena baru kali ini ada walikota bicara tentang seni budaya," ungkap Cak Sidik, seniman Ldruk yang asli arek Suroboyo itu. Pemimpin yang seperti ini yang perlu kita bantu. tandas Cak Sidik yang diamini para seniman lainya.

Dhiman Abror Djuraid, calon walikota Suabaya periode 2015-2020 mengumpulkan sejumlah seniman tradisonil seperli Ludruk, reog, jarang kepang, Keroncong, orker melayu dan para pelawah. Mereka mengaku sangat perihatin dengan kondisi kehidupan mereka setelah menjalani masa tuanya.
Memang diantara pelawak Surabaya tidak semua bernasip mujur. Tapi sebagai pekerja seni tradisonil ternyata hidupnya lebih meyedihkan ketimbang seniman lainya. Tidak perlua kita sebut, karena semua orang sudah tahu betul nasip seniman kita.

"Dulu, kata Cak Sidik, Kota Surabaya yang perkembangan Kotanya tidak telalu maju, seniman lebih hidup. Tapi sekarang dengan perkembangan kota yang lebih maju, seniman tradisonil makin terjepit. Lihat saja, THR yang dulunya dibangga banggakan, sekarang orang malas datang ke THR akibat tempat yang terisolasi. Cak Sidik yang kini lagi menderita strok ringan itupun sempat melantunkan parikan untuk Dhimam Abror "Numpak bus Kota bane bocor, pilih walikota yo cak Abror

Sementara itu calon walikota Dhimam Abror mengatakan, berjanji akan memperhatikan nasip para seniman tradisonil. Pemerintah memang harus intervensi dengan memberikan vasilitas yang memadai dan kesejahtraan mereka harus diperhtikan. Sebagai arek Suroboyo asli, saya berkewajiban untuk melestarikan dan memberdayakan mereka. tandas Cak Abror, panggilan akrap wakil ketua KONI Jawa Timur itu.

Menurut saya, menghidupi seniman itu gampang. Merke tidak butuh uang. Tapi mereka butuh fasilitas yang mamadai. Gedungnya gampang dijangkau, bersih. Apalagi kalau pejabatnya sesekali mau datang menyaksikan. ujar Abror (MIN)

http://dhimamabror.com/seniman-cak-s...-ya-cak-abror/

Link: http://adf.ly/1HA6kC

Blog Archive