Wednesday, May 20, 2015

Sidang Hitungan Menit | Hakim Tunda Perkara Penganiayaan Pegawai BUMN


MEDAN | Sidang lanjutan perkara pidana kasus penganiayaan yang dialami Rita Kardina Siahaan yang digelar di Pengadilan Negeri Medan hanya berlangsung beberapa menit saja. Sebab, Majelis Hakim menunda lanjutan persidangan dengan agenda nota keberatan (eksepsi), Rabu (20/5/2015).

Menurut Ketua Majelis Hakim, Robert, berkas eksepsi yang diajukan dengan terdakwa Sherly (22) di persidangan belum sepenuhnya dipelajari oleh majelis hakim, sehingga sidangnya ditunda dan akan dilanjutkan di pekan depan pada 27 Mei 2015.

Rita Kardina Siahaan sebagai korban penganiayaan, walaupun kecewa dengan hasil lanjutan sidang tersebut, tetapi tetap menerima dan menghormati putusan penundaan oleh majelis hakim PN Medan.

Usai persidangan kepada wartawan didampingi kuasa hukumnya Olda Harianja, SH, mengatakan, kasusnya berlangsung pada 23 Juni 2014 di Jalan Saudara Gang Sahabat Medan. Pegawai BUMN ini mengaku dianiaya oleh Sherly (22) warga Jalan Brigjen Katamso Gang Ladang Kecamatan Delitua.

Akibat penganiayaan itu, warga Jalan Cengkeh ini mengalami luka pada bagian bibir mulut sebelah kiri luka berdarah, pelipis mata sebelah kiri, kepala bengkak memar serta dada luka gores. Hal tersebut tertuang dalam surat laporan di Polsek Medan Ares dengan nomor STPL/975/K/VI/2014/Sektor Medan Area.

Kini, persidangan kasus penganiayaan Dina, sapaannya, sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Medan dengan nomor register 856/Pid.B/2015/PN Medan.

Menurut Dina, walau kasus penganiayaan dirinya telah disidangkan, namun terdakwa sampai detik ini tidak memperoleh penahanan oleh aparat hukum. "Sherly (terdakwa) masih bebas menghirup udara bebas tanpa tersentuh hukum. Ada apa ini? Apakah di mata hukum orang yang berduit tidak tersentuh?" ucapnya bertanya.

Dina yang mengikuti jalannya sidang, mengungkapkan, di persidang sebelumnya Majelis Hakim juga mempertanyakan kepada terdakwa Sherly yang tidak menjalani proses hukum di penjara. Seharusnya, terdakwa dipenjara. Alasannya, karena saat ini Sherly sedang mengandung. Padahal, kasusnya terjadi di pertengahan Juni 2014. http://bareskrim.com/2015/05/20/sida...-pegawai-bumn/

Link: http://adf.ly/1HTjkD

Blog Archive