Saturday, May 16, 2015

Swedia Sebarkan 'Pelaut Gay' untuk Halangi Kapal Selam Rusia


7884812_20150515091331.jpg

Tanda animasi dalam perangkat 'Nyanyian Pelaut' akan menyala menggambarkan seorang pria hanya mengenakan topi pelaut dan celana putih, tengah menyodorkan pinggulnya, dengan sedikit gambar hati kecil berkedip. (Reuters/via Reuters TV)

CNN Indonesia - Kelompok aktivis Swedia mempunyai cara unik untuk menghalangi kapal selam negara lain yang melewati perairan Swedia tanpa izin sekaligus memerangi homofobia. Dilaporkan CNN, kelompok aktivis yang menamakan diri Masyarakat Perdamaian dan Arbitrase memiliki perangkat unik bernama "Nyanyian Pelaut" yang dapat memancarkan pesan bernada gay melalui kode morse ke Laut Baltik.

Kelompok aktivis ini menciptakan "sistem sonar bawah laut" untuk menyambut setiap awak kapal selam Rusia yang mungkin berada perairan Swedia tanpa izin. Tanda animasi dalam perangkat ini akan menyala menggambarkan seorang pria hanya mengenakan topi pelaut dan celana putih, tengah menyodorkan pinggulnya, dengan sedikit gambar hati kecil berkedip.

Perangkat ini menghangtarkan pesan singkat berbunyi "Selamat datang di Swedia" dalam bahasa Rusia dan Inggris dengan teks "Gay sejak tahun 1944". Kemudian ditambahkan sebuah teks dalam bahasa Inggris yang mengatakan Swedia melegalkan homoseksual.

Sebuah pesan kode Morse secara bersamaan mengatakan "Silakan lewat sini jika Anda gay."

Langkah ini dilakukan menyusul langkah pemerintah Swedia untuk meningkatkan upaya militernya setelah mendapatkan informasi bahwa kapal selam yang diduga milik Rusia melewati perairan Swedia tanpa izin tahun lalu.

Militer Swedia kemudian melakukan penjagaan intensif di perairan Stockholm tetapi tidak dapat mengonfirmasi kewarganegaraan dari kapal selam tersebut.

Bulan lalu, pemerintah Swedia mengusulkan RUU pertahanan yang mengusulkan peningkatan pengeluaran militer hingga 11 persen selama lima tahun ke depan. Peningkatan militer ini merupakan kali pertama selama lebih dari dua dekade terakhir. Diperkirakan, akan ada pengeluaran militer tambahan untuk menguatkan pengawasan kapal selam.

Selain untuk membantu pengawasan militer, kelompok aktivis Swedia ini juga ingin menyingung soal hukum "propaganda gay" di Rusia, yang dikeluarkan pada 2013. Dalam hukum tersebut, kesetaraan gay dianggap ilegal untuk diberitahukan kepada anak-anak.

Peraturan ini banyak menuai kritik, tidak hanya oleh pendukung lesbian, gay, biseksual dan transgender, tetapi juga oleh para pemimpin Barat, yang menyebut peraturann ini kuno dan diskriminatif.

Dalam sebuah pernyataan, Masyarakat Perdamaian dan Arbitrase Swedia mengundang setiap kru kapal selam, baik Swedia maupun asing, yang ingin menghadiri Parade Stockholm's Gay Pride pada Agustus mendatang.

"Pada saat kerusuhan, cinta dan perdamaian melintasi batas-batas yang lebih penting daripada sebelumnya. Kami tidak ingin melakukan cara-cara kekerasan," kata Daniel Holking, Manajer Hubungan Masyarakat dan Penggalangan Dana kelompok tersebut.

"Jika aksi militer dan senjata berhasil sebagai metode resolusi konflik, maka perdamaian dunia seharusnya sudah terjadi sejak dulu," tambah Anna Ek, presiden kelompok tersebut. (ama/ama)

Ember  (www.cnnindonesia.com)

mudah2an ga ada yang minta mulus mahos.gif

Link: http://adf.ly/1HEKdO

Blog Archive