Sunday, May 10, 2015

Teh Indonesia Mendapat Respon Positif Penikmat Teh di Amerika


Teh Indonesia Mendapat Respon Positif Penikmat Teh di Amerika

Dipamerkan di Indonesia's Remarkable Tea Pavilion, World Tea Expo, Los Angeles, teh Indonesia khususnya organik mendapat respon positif dari para tea bloggers dan buyers Amerika.

Indonesia menampilkan produk dari dua jenis teh Sinensis dan Assamica melalui tiga perusahaan teh premium dan organik Indonesia yang saat ini sudah berhasil menembus pasar internasional,

"Saat ini teh organik Indonesia memiliki momentum sangat strategis untuk berkembang di pasar AS dan hal ini dapat meningkatkan national branding Indonesia," ujar Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Umar Hadi kepada detikfinance, Sabtu (9 Mei 2015) waktu setempat.

Semua teh Indonesia yang ditampilkan di World Tea Expo ini sudah memiliki sertifikasi organik menurut standar AS maupun Eropa.

"Produk-produk organik merupakan masa depan produk di AS dan Indonesia punya potensi luar biasa di sektor ini," imbuh Konjen.

Salah satu yang merasa surprised dengan citarasa teh Indonesia adalah Charity Chalmer. Bahkan Chalmers telah memiliki toko khusus teh Indonesia di Oregon.

"Teh yang dihasilkan Indonesia sangat unik dan memberikan citarasa sangat spesial, khususnya teh putih," terang Chalmers.

Sebagian pelaku usaha dan tea bloggers di AS bahkan baru mengetahui bahwa Indonesia merupakan produsen teh dengan kualitas tinggi khususnya teh organik.

Sementara itu Kepala Indonesia Trade Promotion Center di Los Angeles Arief Wibisono mengatakan bahwa pameran ini sangat potensial untuk meningkatkan ekspor teh Indonesia ke AS.

"Saat ini semakin banyak warga AS yang mengkonsumsi teh. Diproyeksikan pada 2019 konsumsi teh di AS akan meningkat menjadi 0,6 kilogram per kepala per tahun," papar Arief.

Dikatakan, Starbucks saja dalam tiga tahun terakhir berhasil meningkatkan total pendapatan mereka sebesar 7% semenjak menggenjot penjualan produk teh.

Berdasarkan data US Department of Commerce, ekspor teh Indonesia ke AS mencapai lebih dari USD 8,19 juta dan menguasai 1,66% pasar teh di AS (2014). Sedangkan nilai industri teh pada 2014 sebesar USD 8 miliar dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD 15 miliar pada 2016.

Pada World Tea Expo (6-8 Mei 2015) yang menyedot lebih dari 5.000 pelaku usaha dan penikmat teh ini, Indonesia selain menghadirkan tiga perusahaan teh, juga satu produsen kertas kemasan. Mereka difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan RI yang diwakili oleh Indonesia Trade Promotion Center Los Angeles.

Di samping itu juga terdapat dua mahasiswa Indonesia dari Michigan yang baru mulai menjalani bisnisnya dengan memasarkan produk teh Indonesia dari perkebunan di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

World Tea Expo adalah pameran khusus teh terbesar di Amerika Utara dan menghadirkan nama-nama besar industri teh, distributor serta retailer produk teh yang tersebar di seluruh AS

Selain Indonesia pada pameran besar ini juga hadir beberapa negara produsen teh lainnya seperti Jepang, Cina, India, Korea, dan Taiwan.

http://finance.detik.com/read/2015/0...teh-di-amerika

Nah, ini bagus. Peluang usaha

Link: http://adf.ly/1GoUtf

Blog Archive