Tuesday, May 5, 2015

Vitalnya Peran Semua Elemen Bangsa Berantas Terorisme dan Radikalisme



Bahaya dan ancaman terorisme di Indonesia cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dimana titik-titik yang menyimpan bibit radikalisme belum seutuhnya di kuasai oleh pemerintah (TNI dan Polri). Dalam upaya penangangan aksi teorisme sebenarnya langkah progresif pemerintah sudah terasa cukup baik. Melalui Densus 88, Pemerintah terus melakukan perburuan terhadap berbagai oknum yang dianggap berbahaya bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah progresif tersebut dapat dilihat dari telah tertembaknya Sabar Subagio alias Daeng Koro sudah tamat. Personel Detasemen Khusus 88 Antiteror melesakkan peluru tajam ke tubuhnya dalam baku tembak, Jumat (3/4/2015) lalu di Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah. Keberhasilan Densus 88 dalam membekukan gembong terorisme tersebut cukup membuat aksi radikalime kelimpungan karena tokoh utama mereka akhirnya tewas.

Itu pertanda bahwa bukan berarti tugas pemerintah telah usai. Hal ini tidak cukup membuktikan bahwa Indonesia telah aman dari bahaya terorisme dan aksi radikalisme. Daeng Koro hanya sebagian kecil dari menjamurnya tokoh-tokoh radikalisme yang ada di tanah air. Artinya masih begitu banyak bibit-bibit terorisme yang butuh perhatian khusus pemerintah Indonesia, dimana bibit-bibit itu tersebar luas dari sabang sampai marauke.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan bahwa pemberantasan terorisme dan aksi radikal tidak akan selesai jika hanya mengandalkan TNI dan Polri. Butuh kerjasama dari berbagai pihak untuk dapat menumpasnya secara masif hingga akar rumput. Dalam hal ini kiranya ada dua aspek yang perlu dilibatkan yaitu dari hulu dan hilir. Dimana pelibatan tersebut antara lain: Pertama, instansi-instansi pemerintah dalam hal ini yang terkait langsung dan tidak langsung kepada masyarakat seperti Kemenkominfo, Kemenag, Kemensos, Kemendiknas perlu berperan optimal dalam memberikan informasi, pendidikan dan pemahaman kepada warga masyarakat tentang bahaya ancaman tindak terorisme dan radikalisme.

Kedua, pelibatan tokoh-tokoh berpengaruh dimasyarakat seperti tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, termasuk masyarakat itu sendiri. Peran penting ini dilakukan dalam hal pemberian infomasi tentang bahaya terorisme dan radikalisme yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan demikian, peran dari segala aspek elemen bangsa setidaknya meminimalisir ancaman terorisme. Semoga bangsa ini dapat terbebas dari bahaya laten tindak terorisme dan radikal dan peran serta pemerintah dalam mewujudkan perdamaian dunia semakin optimal.



Masyarakat juga harus berperan dan mengawasi akan adanya terorisme dan radikalisme... wajib hukumnya jika ingin aman

sumur   (hankam.kompasiana.com)

Link: http://adf.ly/1GKGE3

Blog Archive