Tuesday, May 12, 2015

Wah, Ternyata Irman Gusman Yang Berperan Perluas Pergaulan RI dikancah Global


Agan dan agan wati, ternyata ada salah satu tokoh yang punya peran menjembatani Indonesia dengan negara-negara lain nih. Hubungan internasional yang baik ini mengakibatkan tinggkat kepercayaan investor luar negeri meningkat. Akibatnya ekonomi RI bertumbuh. Siapa dia, artikel ini gan,...

Kewenangannya yang terbatas bukan berarti membuat kinerja lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mandek. Peranan para senator yang selama ini dinilai hanya terbatas lingkup daerah saja ternyata saat ini punya relasi yang luas dengan tokoh-tokoh hingga duta besar negara-negara lain.

Dibawah pimpinan Irman Gusman selaku Ketua DPD RI, keterlibatan hubungan-hubungan internasional DPD sangat baik. Irman membawa DPD berperan strategis di kancah global untuk kepentingan daerah dan nasional. Ambil contoh, beberapa tahun yang lalu, Irman sukses melakukan sejumlah terobosan dan memprakarsai terbentuknya The Indonesian Regional Investment Forum (IRIF). IRIF diselenggarakan berkaitan dengan tugas DPD dalam mengawal otonomi daerah agar daerah memiliki kemandirian dan daya saing.

Selain itu, Irman juga berinisiatif untuk menggelar Diplomatic Gathering yang diikuti oleh para duta besar negara-negara sahabat. Banyak hadir kepala daerah dan sejumlah menteri Kabinet Kerja di gedung Nusantara IV, kompleks Parlemen, Senayan
Jakarta beberpa waktu lalu.

Senator asal Sumatera Barat itu menjelaskan, Diplomatic Gatering juga merupakan bagian dari upaya DPD memperkenalkan daerah-daerah ke negara lain. Karenanya ia berharap Diplomatic Gathering menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi ekonomi yang berbuntut pada kerjasama dan investasi.

Irman Gusman menegaskan, lembaga-lembaga negara yang dipimpinnya punya kewajiban membangun komunikasi antara para kepala
daerah dengan duta besar negara-negara sahabat. Menurutnya, hal itu sangat penting dan strategis dalam menyosong pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun 2015.

"DPD berkewajiban memfasilitasi komunikasi para kepala daerah dengan negara-negara sahabat dalam kerangka persiapan MEA,"
kata Irman.

Irman juga hampir bertemu secara rutin dan berkomunikasi dengan sejumlah duta besar asing. Bertemu wakil-wakil dari Asia misalnya Korea Selatan, Brunei Darusalam, Malaysia, hingga negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Australia dan lain-lain.

Baru-baru ini, duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki juga memperhitungkan DPD sebagai kerabat dan fasilitator atau jembatan yang baik antara investor dengan Pemerintah. Pada akhir tahun lalu Tanizaki berharap hubungan kerjasama antara Jepang dan Indonesia dapat melibatkan peranan pemerintah daerah.

"Saya berharap dapat bertukar pikiran dengan masyarakat di daerah, sehingga kami dapat mengetahui potensi yang ada dan investasi yang dapat dilakukan antara daerah di Indonesia dan Jepang,"ungkap Tanizaki.

Irman juga bertemu dengan Korea Selatan melalui Gubernur Gyeonggi, Mr. Nam Kyung-Pil untuk bekerjasama dibidang IT. Irman menegaskan optimismenya untuk bisa meuwjudkan kerjasama ekonomi dan ilmu pengetahuan dan teknoligi (IT) antara Indonesia dengan Kerjasama tersebut khususnya akan dilakukan untuk provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat
(NTB), dan lain-lain.

Irman Gusman bersama DPD juga membentuk tim delegasi parlemen dalam program kerja sama bidang investasi, budaya dan
pendidikan antara Rusia dan Indonesia. Salah satu bentuk kerjasama tersebut memberi peluang beasiswa pelajar Indonesia ke Rusia. Program kerjasama tersebut merupakan hasil pertemuan Irman Gusman dengan H.E Mikhail Y Galuzin di Gedung Parlemen,
Jakarta.

Dengan dukungan berbagai pihak terutama DPD, berpengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi RI. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, total investasi yang sampai dengan Maret 2015 (kuartal I) sudah mencapai Rp 124,6 triliun atau mengalami peningkatan 16,9% bila dibandingkan tahun lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp 106,6 triliun.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, total investasi di sepanjang kuartal I 2015 tersebut, terdiri dari penanaman modal asing (PMA) yang mencapai Rp82,1 triliun atau mengalami pertumbuhan 22,8% bila dibandingkan dengan PMA tahun sebelumnya di periode yang sama.

Begitu besarnya peran Irman Gusman dalam komunikasi internasional inilah membuat Nam Kung Pil kagum. Nam Kung Pil menilai
Irman merupakan seorang politisi Indonesia yang diakui di Korea selain Jokowi. "Bapak merupakan salah seorang Indonesia
yang cukup dikenal di Korea selain Presiden Jokowi," ucap Kung Pil.

Gimana gan infonya menarik gak. Komengnya ya gan


Link: http://adf.ly/1Gz1Qz

Blog Archive