Tuesday, May 5, 2015

Warganya hadapi Eksekusi Mati di Indonesia,ini komentar Dubes Inggris


Warga Negaranya Hadapi Eksekusi
Mati, Ini Komentar Dubes

Hanya belajar 6 bulan, Duta Besar Inggris untuk
Indonesia yang baru, Moazzam Malik, fasih
berbahasa Indonesia. Dia juga pemeluk Islam.
Liputan6.com, Jakarta - Seorang nenek warga
negara Inggris, Lindsay Sandiford, masuk dalam
daftar terpidana mati yang menanti eksekusi .
Saat ditanyakan hal ini, Duta Besar Inggris
untuk Indonesia Moazzam Malik yang menemui
Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak
berkomentar.
"No (tidak), no (tidak)," kata Malik di Kantor
Wapres, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
Malik mengatakan, tidak ada pembicaraan
terkait eksekusi mati warga negaranya. Dalam
pertemuan, dia dan JK hanya membahas
seputar acara Federation of Cocoa Commerce.
Acara ini akan dihadiri JK pertengahan bulan ini.
Saat ditanyakan upaya yang akan ditempuh
Pemerintah Inggris untuk menyelamatkan
Sandiford, Malik lagi-lagi tidak mau menjawab.
"No, I think that's all (Tidak. Saya kira itu saja),"
ujar dia seraya melangkahkan kaki keluar
Kantor Wapres.
Sandiford divonis mati 2013. Ia kemudian
mengajukan grasi ke Pemerintah Indonesia,
namun ditolak. Dia bahkan meminta
Pemerintah Inggris untuk mengajukan grasi
yang kedua kalinya.
Entah benar-benar putus asa atau tidak,
perempuan yang lahir di Yorkshire, Inggris, itu
kabarnya saat ini menolak didampingi
pengacara lagi. Ia akan menghadapi kasusnya
seorang diri.
Wanita 58 tahun ini ditangkap di Bandara
Ngurah Rai, Bali, pada Mei 2012 karena
membawa 4,8 kilogram kokain di lapisan
dalam kopernya. Dia kemudian dijatuhi
hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri
Denpasar, Bali, pada 22 Januari 2013 karena
dinyatakan bersalah.


http://m.liputan6.com/news/read/2226393/warga-negaranya-hadapi-eksekusi-mati-ini-komentar-dubes-inggris
.

Link: http://adf.ly/1GM2W5

Blog Archive